PROFIL SMA HARAPAN 1 MEDAN

Pada tahun 1969 SMA Harapan didirikan dengan tujuan utama menampung lulusan SMP Harapan. Pada saat didirikannya itu, jumlah pelajar hanya sebanyak 31 orang dengan guru sebanyak 9 orang. Untuk memimpin sekolah tersebut diserahkan kepada Abdullah Siagian. Ternyata Abdullah Siagian tidak mengecewakan kepercayaan yang diberikan kepadanya, ia yang telah bertugas di Yaspendhar sejak tahun 1967 itu berhasil membawa anak didiknya dalam menimba ilmu pengetahuan dengan diterimanya sebagian besar lulusan SMA Harapan di perguruan tinggi negeri. Untuk meringankan tugas yang dibebankan kepadanya itu pengurus Yaspendhar mengangkat Drs. Mansyur Zainuddin sebagai wakil Kepala Sekolah.

Namun kerena faktor usia, Abdullah Siagian (lahir 8-9-1913) ditarik dari jabatannya oleh Pengurus Yaspendhar terhitung Agustus 1981 digantikan oleh M. Tanjung / Ketua Harian II sebagai Pjs. Kepala SMA dan Drs. Mohd. Hady sebagai Wakil Kepala. Disamping itu dibentuk pula tim yang membantu penyelenggaraan pendidikan sehingga berjalan dengan baik dan lancar.

Awal Januari 1972, pengurus mengalihkan kepemimpinan SMA ini kepada Munir Naamin, SH dengan wakilnya Drs. Mansyur Zainuddin sampai tahun 1973. Pada tahun 1974 dipegang kembali oleh pengurus dengan H. M. Tanjung sebagai Kepala Sekolah dengan para pembantu I, II dan II masing-masing Drs. Mansyur Zainuddin, M. Hasan Harahap sergai Siti Deliar.

 

Selanjutnya pada tahun 1975 diadakan perubahan formasi kembali dengan jabatan Kepala SMA Harapan dipegang oleh Drs. Mansyur Zainuddin dengan pembantu khusus I dan II masing-masing M. Hasan Harahap serta Siti Deliar. Jabatan pembantu khusus ini dihapuskan pula mulai tahun 1976. Sebagai pembantu Kepala SMA Harapan ditetapkan oleh Pengurus petugas bidang Pada September 1981 Supangat Tahir mengundurkan diri dari jabatannya karena banyaknya tugas-tugas yang harus dilaksanakannya sebagai pegawai negeri.

Untuk mengisi kekosongan jabatan Pembantu Bidang kurikulum, Pengurus mengangkat Drs. A. Hady Lubis pada tahun 1979. Kemudian pada tahun 1981 diadakan perubahan kembali dengan personalia pembantu bidang kurikulum tetap ditangan Drs. A. Hady Lubis, pembantu bidang kesiswaan Anwar Daimin dan bidang kepustakaan Siti Deliar. Pada bulan Juli 1983, Anwar Daimin digantikan oleh M. Nasir Tomaisaq.

Juli 1985 kepemimpinan SMA diubah lagi dengan menempatkan beberapa orang pembantu Kepala Sekolah masing-masing M. Hasan Harahap, Abdul Wahid dan M. Ruddin Harahap dibawah pemimpin Kepala Sekolah Drs. Nasrun Mustapha. Kemudian terhitung mulai bulan September 1987 para wakil Kepala Sekolah ini dirobah menjadi M. Nasir Tomaisaq, Wahid Lubis dan Drs. Emmy Way sebagai PKS I, II dan III.

      Program utama yang menjadi pegangan pemimpin SMA adalah bagaimana memperoleh pelajar yang berkwalitas, sehingga dapat meneruskan pendidikan lanjutannya di perguruan tinggi. Untuk kegiatan-kegiatan lain lainnya bayak yang harus dikorbankan dan sebaliknya diadakan penambahan belajar pada sore hari. Usaha itu berhasil dicapai oleh SMA Harapan dengan cukup memuaskan dan banyak lulusannya memasuki perguruan tinggi negeri.

           Pada tahun 1993 Drs. Nasrun Mustapha dimutasikan manjadi Koordinator Perpustakaan semua sekolah dan Perguruan Tinggi Yaspendhar sesuai dengan Keahlian yang dimilikinya. Ia digantikan oleh Drs. Amron A. Siregar sebagai pejabat sementara yang kemudian didefenisikan setelah keluarnya SK Depdikbud pada tahun 1994 sebagai Kepala SMA Harapan. Para wakilnya juga diangkat tenaga-tenaga yang potensial masing-masing Drs. M. Nasir Tomaisaq, Agus Supriadi, SH serta Drs. Sofyan Alwi masing-masing sebagai Wakil Kepala Sekolah I, II dan III. Akhirnya Drs. Amron A. Siregar mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala SMA Harapan yang kemudian pada tanggal 18 Agustus 1999 Pengurus menunjuk Sdr. Drs. Sofyan Alwi sebagai Pelaksana Ka. SMA Harapan 1. Penggantian pemimpin ini disusul dengan perubahan pembantu-pembantu kepala sekolah masing-masing, Drs. Mujio, Agus Supriyadi, SH serta Drs. Hermanto.

Dengan mereka ini terasa sekali perkembangan kemajuan SMA Harapan. SMA Harapan seperti SMP Harapan 1 dan SMP Harapan 2 tetap mempertahankan statusnya sebagai SMA dipersamakan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Berkenaan dengan mungundurkan dirinya Drs. Hermanto dan diangkatnya Mujio menjabat Ka. SMA Harapan 2, maka struktur Pembantu Ka. Sekolah diadakan sedikit perubahan dimana Drs. H. Sofyan Alwi, M. Hum yang telah dipercaya memimpin SMA Harapan Medan pada tahun 1999 sampai dengan saat ini menempatkan wakil-wakil Kepala Sekolah antara lain : Drs. Anwar Wakasek Bid. Kurikulum, Agus Supriyadi, SH. Bid. Sarana Prasarana, Eflin Nuryadin, S.Pd. Bid. Kesiswaan. Sejak tahun pertama dengan jumlah kelas hanya 11 dan saat ini mencapai 22 kelas. Hal tersebut adalah berkat kerja keras dari semua warga sekolah maupun kepercayaan masyarakat terhadap manajemen dan pengelolaan dengan pemenuhan standar pendidikan serta pembentukan karakter sekolah yang Islami juga memperbaiki pelayanan prima, peningkatan mutu serta presetasi yang telah dibuktikan keberhasilannya.

Tahun 2015 Drs. H. Sofyan Alwi, M.Hum selaku kepala sekolah SMA Harapan Medan dilantik menjadi Pengurus Yayasan Pendidikan Harapan, maka adanya pergantian Kepala Sekolah yang baru oleh Drs. Anwar, jabatan Wakasek Bid. Kurikulum yang selama ini dijabat oleh Drs. Anwar digantikan oleh Ibnu Rusdi, S.Pd, M.Si. Pada saat ini adanya penambahan jabatan struktur organisasi SMA Harapan Medan adalah Wakasek Bid. Humas yang dijabat oleh Suwito, SS.

Saat ini SMA Harapan Medan memiliki jumlah peserta didik sebanyak 635 orang dan jumlah pendidik 48 orang. Dan pihak pemerintah yaitu Diknas. Kota Medan, Provinsi serta Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dirt. Pembinaan SMA memberikan kepercayaan kepada SMA Harapan Medan menjadi sekolah percontohan melaksanakan Sekolah Kategori Mandiri dan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan juga berbasis IT (Informasi Telekomunikasi). Para lulusannya dari tahun ke tahun berhasil masuk keperguruan tinggi negeri maupun dunia kerja. Pada tahun terakhir 70% keperguruan tinggi negeri dan selebihnya keberbagai perguruan tinggi swasta dan dunia usaha maupun kerja. Selain itu juga setiap tahunnya berbagai presetasi non akademis, terkirim sebagai pasukan pembawa bendera tingkat provinsi maupun nasional, Juara Olimpiade Matematika Sumbagut, Juara Karate Tingkat Provinsi, Juara Futsal tinggkat Kota, Juara Seni tingkat Kota Medan, Juara Speech Contest Bahasa Inggris, Pertukaran Pelajar ke Cina, Korea dan Jepang. Juara Tim Seni dan Budaya Tingkat Sumatera Utara, Juara Lomba Sains dan Karya Ilmiah Remaja kategori 10 besar se Indonesia dan lain-lainnya.

Dalam usia yang semakin dewasa SMA Harapan telah mencapai 44 tahun dan segala ketercapaian atau pemenuhan standar pendidikan dan menjadi percontohan nasional, SMA Harapan Medan kembali tetap berbenah dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Dan saat ini disetiap ruang kelas, Lab. IPA, Lab. Bahasa, Lab. Komputer, Pustaka bernuansa E-Learning di pasang infocus atau projector dan berfungsi sebagai pengantar pembelajaran berbasis IT. Perbaikan dan penambahan sarana prasarana dipersiapkan sesuai tuntutan paradigma baru dalam peningkatan mutu pendidikan di SMA Harapan Medan, kesemuanya itu tidak terlepas dari adanya komitmen, konsisten dan apresiasi semua pihak yang terkait, baik internal Yaspendhar maupun eksternal yang sangat peduli demi kemajuan SMA Harapan Medan.

EKSTERNAL LINK

Arsip berita

    / /
  • Oktober 2016 (2)
  • September 2016 (3)